Thursday, March 21, 2019
Berita

Wakil Presiden: Turki beli S-400 untuk kepentingan sendiri

Wakil Presiden Turki Fuat Oktay [Foto: Anadolu Agency]
123views

TURKINESIA.NET – ANKARA. Wakil Presiden Turki Fuat Oktay pada Kamis mengatakan Turki membeli S-400 untuk mengejar kepentingannya sendiri.

“Turki melakukan apa yang diperlukan untuk kepentingannya sendiri mengenai sistem pertahanan rudal S-400, kami mengambil keputusan dan pilihan sendiri,” kata Oktay kepada Anadolu Agency.

Oktay menyatakan bahwa Turki tidak akan mengingkari pembelian S-400 Rusia karena telah menandatangani kontrak.

“Dalam hal apapun tentang pembelian sistem pertahanan S-400 dari Rusia, kami akan melakukan apa yang diperlukan, terutama jika kami telah menandatangani kesepakatan,” katanya, menambahkan bahwa Turki tidak menerapkan sikap keras kepala mengenai hal itu.

Pada Rabu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Ankara telah merampungkan perjanjian pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.

“Kami telah menyelesaikan masalah S-400, menandatangani kesepakatan dengan Rusia dan akan memulai produksi bersama,” ujar Erdogan, dalam sebuah wawancara televisi.

“Ke depannya, kita mungkin akan menggunakan S-500, sistem generasi berikutnya,” tambahnya.

Sebelumnya, pejabat AS menyarankan Turki untuk membeli rudal Patriot AS, daripada sistem Rusia, dengan alasan S-400 tidak kompatibel dengan sistem NATO.

Namun, para pejabat Turki mengatakan bahwa Turki tidak akan mengingkari perjanjiannya dengan Rusia, bahkan jika mereka kemudian juga akan membeli Patriot.

Turki bisa memulai operasi di Suriah kapan saja

Oktay mengatakan bahwa tentara Turki selalu siap untuk melakukan operasi di timur Sungai Efrat, Suriah utara.

“Turki akan melakukan apa yang diperlukan dan tidak akan pernah membiarkan kehadiran dan ancaman teror di sana,” ujar dia.

“Jika ada ancaman terhadap keamanannya, Turki dapat memulai operasi di Manbij Suriah kapan saja,” tambahnya.

Turki telah berjanji untuk melakukan operasi kontra-teroris di Manbij dan sebelah timur Efrat di Suriah utara menyusul dua operasi serupa yang berhasil dilakukan sejak 2016. [Anadolu Agency]

Facebook Comments

Leave a Response

error: Content is protected !!