Turki siapkan 1,2 miliar lira untuk dukung industri lokal

TURKINESIA.NET – ANKARA. Pemerintah akan menganggarkan 1,2 miliar lira Turki (183 juta USD) untuk mendukung industri lokal, Menteri Perindustrian dan Teknologi Mustafa Varank mengumumkan Selasa (14/08).

Dukungan bertujuan untuk mengurangi defisit akun saat ini dan mendorong produksi output bernilai tambah tinggi, Varank mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Langkah ini dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump meningkatkan serangannya terhadap ekonomi Turki pada hari Jumat dengan meningkatkan tarif AS pada impor aluminium dan baja Turki menjadi masing-masing 20 persen dan 50 persen, pada saat yang sama Menteri Keuangan Turki Berat Albayrak mengumumkan pendekatan ekonomi baru negara.

Kebijakan Trump telah mendorong lira ke rekor terendah terbaru terhadap mata uang asing meskipun ekonomi telah memberikan tanda-tanda pemulihan yang kuat selama beberapa bulan terakhir.

Serangan terhadap ekonomi Turki telah secara luas dikecam oleh negara sekutu dan negara sahabat Turki, termasuk Jerman, Rusia, Cina, Iran, Italia dan Pakistan.

Turki telah bergerak secara proaktif untuk mempertahankan diri dari serangan. Departemen Keuangan, Bank Sentral, Peraturan Perbankan dan Badan Pengawas (BBDK), Badan Pasar Modal (SPK) dan lembaga lain terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk stabilitas keuangan.

Retaknya politik antara Turki dan AS yang telah meningkat dengan adanya kasus pendeta Andrew Brunson yang diadili oleh pengadilan Turki karena hubungannya dengan Kelompok Teroris Gülen (FETÖ) dan PKK, kelompok bersenjata separatis Kurdi yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh AS.

Brunson saat ini sedang dalam tahanan rumah di provinsi Izmir Turki yang telah mendorong Trump untuk melancarkan perang ekonomi terhadap Turki dengan memberlakukan sanksi pada menteri dalam negeri dan menteri kehakiman serta meningkatkan tarif tambahan pada impor aluminium dan baja.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Share via