Turki pertimbangkan beli pesawat pemadam kebakaran dari Rusia

TURKINESIA.NET – ANKARA. Seorang pejabat senior Turki melakukan perjalanan ke Rusia pada 9 September untuk meninjau pesawat pemadam kebakaran Rusia Beriev BE-200 dan memulai pembicaraan resmi tentang potensi pembelian pesawat ini jika pihak Moskow memenuhi persyaratan Turki.

“Saya akan ke Rusia pada hari Senin untuk melihat pesawat pemadam kebakaran Rusia. Saya pribadi yang akan menguji pesawat,” kata Menteri Pertanian dan Kehutanan, Bekir Pakdemirli, kepada Hürriyet Daily News dalam sebuah kunjungan ke Demirören Media Center di Ankara pada 6 September.

Pakdemirli mengatakan bahwa ia telah memiliki sebuah lencana penerbangan sejak 1990 dan terbang secara teratur.

Gagasan untuk membeli pesawat pemadam kebakaran Rusia datang setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan menghadiri pameran penerbangan MAKS-2019 yang diadakan di Rusia akhir Agustus di mana pesawat-pesawat Beriev BE-200 diperkenalkan kepadanya. Erdogan kemudian menginstruksikan Pakdemirli untuk mempelajari kemungkinan membeli pesawat-pesawat ini.

“Selama kunjungan, kami akan menguji pesawat dan akan membahas biaya dan teknisnya. Kami dapat membeli pesawat ini hanya setelah rincian ini diklarifikasi dan kami sampai pada kesimpulan bahwa mereka dapat memenuhi kebutuhan kami,” kata menteri.

Beriev Be-200 merupakan pesawat serba guna yang mampu menghentikan dan menahan penyebaran kebakaran hutan skala besar. Pesawat ini mampu mengakut air 12.000 ton.

Musim panas tahun ini, Turki telah memerangi banyak kebakaran hutan. Dua kebakaran besar di İzmir dan di pantai barat Bodrum memicu diskusi tentang kapasitas Turki dalam memerangi kebakaran hutan skala besar.

Pemerintah telah lama bekerja sama dengan Asosiasi Aeronautika Turki dengan menyewa armada pesawat pemadam kebakaran yang dimiliki asosiasi tersebut. Namun, kontrak dengan asosiasi itu tidak diperpanjang tahun ini karena pemerintah telah menilai pesawat THK tidak lagi mampu melawan kebakaran.

Pakdemirli menegaskan bahwa di antara semua pesawat yang dimiliki THK, hanya dua di antaranya yang mampu terbang dan itulah sebabnya mereka memilih untuk tidak menandatangani kontrak dengan asosiasi tersebut.

“Sebaliknya, kami menggunakan helikopter. Kami telah meningkatkan jumlah helikopter yang memerangi kebakaran dari 24 menjadi 30,” kata Pakdemirli. “Tapi itu tidak berarti bahwa kita tidak akan membutuhkan pesawat pemadam kebakaran. Itu sebabnya saya pergi ke Rusia.”

Dia juga mengatakan bahwa Turki berada di peringkat di antara negara-negara atas yang memerangi kebakaran hutan secara efisien. “Kami menggunakan kendaraan udara tak berawak kami untuk pertama kalinya tahun ini untuk membantu pasukan pemadam kebakaran kami dalam menentukan di mana tindakan harus dimulai di wilayah kebakaran,” katanya. [Hurriyet Daily News]

Facebook Comments

error: Content is protected !!
Share via