Turki minta Sudan selesaikan masa transisi secara damai

TURKINESIA.NET – ANKARA. Turki telah mendesak Sudan untuk menyelesaikan proses transisi “secara damai” setelah mundurnya Omar al-Bashir dari kursi kepresidenan.

“Kami berharap agar proses transisi ini akan dilakukan secara damai dan dalam kerangka demokrasi konstitusional dan konsensus nasional untuk memenuhi harapan rakyat Sudan,” kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam siaran pers yang dirilis pada Kamis.

“Keinginan dasar rakyat Sudan adalah pembentukan perdamaian dan stabilitas di negara itu dan penerapan langkah-langkah yang akan memungkinkan mengatasi krisis ekonomi,” tambah kementerian, sekaligus menambahkan bahwa keamanan dan stabilitas Sudan sangat penting untuk stabilitas kawasan itu.

Kementerian menambahkan bahwa Turki akan terus mendukung rakyat Sudan untuk memastikan stabilitas, kesejahteraan, dan keamanan negara itu.

Sebelumnya, militer Sudan mengumumkan pengunduran diri Presiden Omar al-Bashir yang telah memerintah Sudan sejak 1989.

Menteri Pertahanan Awad ibn Auf juga mengumumkan bahwa pemberlakuan jam malam akan berlangsung selama satu bulan, bersamaan dengan keadaan darurat nasional selama tiga bulan ke depan.

Dia juga mengumumkan penangguhan Konstitusi 2005 Sudan dan pembubaran kepresidenan, parlemen, dan dewan menteri.

Menurut Ibn Auf, dewan militer akan dibentuk selama fase interim pasca-Bashir.

Sementara itu, partai oposisi Sudan dan asosiasi profesional menyuarakan penolakan mereka atas apa yang mereka sebut “kudeta militer.”

Al-Bashir memimpin Sudan pasca-kudeta militer 1989 terhadap pemerintah Perdana Menteri Sadiq al-Mahdi yang terpilih secara demokratis. [Anadolu Agency]

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Share via