Turgut Ozal, arsitek ekonomi Turki

TURKINESIA.NET – Dilahirkan ke keluarga kelas menengah Kurdi di provinsi Malatya, bagian timur Turki pada 1927, Ozal kuliah teknik kemudianbekerja sebagai birokrat. Dia terjun ke dunia politik setelah dia dicalonkan dalam pemilihan umum tahun 1977 oleh Partai Keselamatan Nasional sayap kanan (Milli Selamet Partisi). Dia tidak menang dalam pemilihan tersebut, namun kemudian diangkat sebagai penasihat Perdana Menteri Süleyman Demirel.

Ozal sering disebut sebagai arsitek kabinet reformasi 24 Januari 1980 yang diumumkan oleh PM Demirel untuk meliberalisasi ekonomi Turki, namun, pemerintah tidak dapat melaksanakan reformasi karena pecah kekerasan antara kelompok sayap kanan dan kiri.

Ozal naik pangkat secara bertahap yang pada akhirnya ditunjuk sebagai Wakil Perdana Menteri tak lama sebelum terjadinya kudeta 1980. Kudeta tersebut membuka jalan bagi karier politiknya karena diangkat lagi sebagai wakil perdana menteri yang bertanggung jawab atas ekonomi oleh para pemimpin kudeta militer.

Ozal memutuskan untuk mengundurkan diri pada tahun 1982 dan mendirikan Partai Tanah Air (ANAP) pada tahun 1983 menjelang pemilihan umum pertama setelah kudeta. Dia memenangkan pemilihan berturut-turut pada tahun 1983 dan 1987. Di bawah masa jabatannya, Turki menyaksikan transformasi liberal dan lonjakan ekonomi. Ozal memperjuangkan perusahaan bebas dan peningkatan ekspor dan impor, membalikkan keadaan ekonomi yang sempat terhambat karena selama kekacauan dan kudeta politik pada tahun 1960 dan 1980.

Ozal selamat dari upaya pembunuhan pada tahun 1988. Pada tanggal 18 Juni 1988 ia lolos dari percobaan pembunuhan selama kongres partai. Ia terluka di jarinya namun peluru lainnya hampir mengenai kepalanya. Pembunuhnya ditangkap dan divonis hukuman penjara seumur hidup dan kemudian diampuni oleh Ozal. Setelah terpilih sebagai presiden ia menjalani beberapa operasi bypass dan meninggal karena gagal jantung pada 17 April 1993, di tahun kelimanya sebagai presiden, pada usia 66 tahun. Ozal dimakamkan disamping kubur Adnan Menderes, tokoh yang sangat ia kagumi.

Kematiannya memicu desas-desus bahwa ia diracun. Penyelidikan atas kematiannya bertahun-tahun kemudian tetap tidak meyakinkan di tengah beredarnya rumor bahwa ia mungkin dibunuh oleh pihak yang menentang rencananya untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi komunitas Kurdi dan mengakhiri kampanye teror oleh kelompok pemberontak PKK.  [Daily Sabah]

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Share via