Ternyata Bizantium telah gunakan hashtag 900 tahun silam

TURKINESIA.NET – YALOVA. Hashtag, sebuah tanda yang telah digunakan di mana-mana dalam dunia Internet sejak 2007, ternyata juga populer di era Bizantium, demikian temuan sekelompok arkeolog.

Tanda itu, atau dikenal sebagai tanda angka, diukir pada sebuah potongan keramik yang ditemukan di Yalova, Turki bagian barat.

Arkeolog mengklaim tanggal keramik berasal dari era Bizantium pada akhir abad ke-13, sekitar tiga abad sebelum jatuhnya kekaisaran tersebut. Tim telah melakukan penggalian di Yalova’s Çobankale selama tiga tahun terakhir untuk menjelaskan sejarah daerah tersebut, di mana Pertempuran Bapheus antara tentara Bizantium dan Ottoman terjadi pada tahun 1302.

Pertempuran itu dipandang sebagai usaha terakhir Kekaisaran Bizantium yang gagal untuk menghentikan Ottoman yang bergerakmaju memperkuat kekuasaan mereka di wilayah Bizantium Bithynia, di mana Yalova dan kota-kota lain saat ini berada.

Sebuah tim yang dipimpin oleh asisten profesor Selçuk Seçkin, dalam penggalian menemukan potongan-potongan tulang, keramik, dan bahan besi tempa, tetapi yang paling menonjol adalah potongan dengan tanda hashtag yang jelas.

Seçkin mengatakan potongan-potongan lain yang mereka temukan berisi ukiran juga, namun ukiran berbentuk tagar adalah sesuatu yang istimewa karena tanda tersebut merupakan bagian budaya populer yang digunakan jauh sebelum terkenal di media sosial.

Tahun lalu, para peneliti menemukan tanda hashtag berusia 73.000 tahun pada sebuah sketsa di dinding sebuah gua di Afrika Selatan. [Daily Sabah]

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Share via