m
Popular Posts
Follow Us
HomeBeritaSuakin, pulau pelabuhan era Ottoman di Sudan akan direnovasi oleh Turki menjadi pangkalan militer dan objek wisata

Suakin, pulau pelabuhan era Ottoman di Sudan akan direnovasi oleh Turki menjadi pangkalan militer dan objek wisata

 

Turkinesia.net – Menteri Luar Negeri Sudan pada hari Selasa (26/12/2017) mengatakan bahwa Turki akan membangun kembali sebuah kota pelabuhan Ottoman yang telah hancur. Kota tersebut terletak di pantai Laut Merah Sudan. Disana nantinya Turki akan membangun dermaga angkatan laut untuk mengurus kapal-kapal sipil dan militer.

Proses pemulihan kembali pulau Suakin telah disepakati saat kunjungan Erdogan ke pelabuhan kuno tersebut, kata Menteri Luar Negeri Ibrahim Ghandour.

Dalam kunjungannya ke Sudah, Erdogan mengatakan akan membangun kembali Suakin sehingga daerah tersebut dapat menjadi tempat wisata dan tempat transit bagi jamaah haji yang melintasi Laut Merah menuju Makkah.

Dia mengatakan bahwa kesepakatan Suakin merupakan salah satu dari beberapa kesepatan dengan Sudan yang bernilai total 650 juta USD.

Turki dan Sudan juga sepakat untuk “membangun dermaga untuk memelihara kapal-kapal sipil dan militer,” Ghandour mengatakan kepada wartawan. Dia menambahkan bahwa mereka telah menandatangani sebuah kesepakatan “yang dapat menghasilkan kerja sama militer apapun”.

Kesepakatan tersebut terjadi tiga bulan setelah Turki secara resmi membuka basis pelatihan militer senilai $ 50 juta di Somalia untuk meningkatkan pengaruh di wilayah tersebut.

Suakin merupakan pelabuhan utama bagi Sudan ketika masih dikuasai oleh Turki Utsmani, namun tidak digunakan lagi dalam abad terakhir setelah Sudan membangun pelabuhan lainnya 35 mil (60 km) ke utara.

Berbicara pada hari Senin dalam kunjungan ke Khartoum, Erdogan mengatakan bahwa kota pelabuhan yang telah diperbaharui tersebut akan menarik jamaah haji Mekkah yang ingin melihat sejarah pulau tersebut serta membantu sektor pariwisata Sudan.

“Bayangkan, orang-orang dari Turki yang ingin naik haji akan datang dan mengunjungi daerah bersejarah di Pulau Suakin,” kata Erdogan. “Dari sana … mereka akan menyeberang ke Jeddah dengan kapal.”

Perjanjian lain yang ditandatangani selama kunjungan Erdogan termasuk investasi Turki untuk membangun investasi bandara dan investasi baru yang direncanakan di Khartoum dalam produksi kapas, pembangkit listrik dan membangun silo gandum dan rumah pemotongan daging.

Erdogan dan Bashir mengatakan bahwa mereka menargetkan perdagangan antara kedua negara mencapai $ 10 miliar, kata Dewan Hubungan Ekonomi Luar Negeri Turki.

Pada bulan Oktober, Amerika Serikat mencabut embargo perdagangan dan hukuman lainnya yang telah menghentikan Sudan dari sebagian besar sistem keuangan global.

Menteri investasi negara bagian Sudan mengatakan bahwa dia bertujuan untuk menarik investasi sebesar $ 10 miliar setahun, dibandingkan dengan $ 1 miliar yang diperkirakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk tahun 2016.

Sumber: Yeni Safak

Rate This Article:
No comments

leave a comment