Sejarah Hagia Sophia Kecil

TURKINESIA.NET – Sebelum Kaisar Justinian membangun Aya Sofia, ia harus menguji apakah bangunan itu akan berfungsi secara struktural, jadi terlebih dahulu dia membangun versi miniatur.

Nama asli bangunan kecil ini adalah Gereja Sergius dan Bacchus, sebuah gereja Ortodoks Timur Yunani namun karena bentuknya menyerupai Aya Sofia, kemudian mendapat julukan sebagai “Küçük Aya Sofya” atau Aya Sofia Kecil.

Selama era Ottoman, pada awal abad ke-16, gereja tersebut diubah menjadi masjid dan masih berfungsi sebagai masjid hingga saat ini. Meskipun proporsinya tidak semegah yang lain di Istanbul, bangunan ini telah dipugar dengan indah dan layak dikunjungi.

Jalan-jalan di sekitar lokasi bangunan tersebut, menyusuri gang-gang sempit yang dipenuhi gedung-gedung tinggi era Ottoman – beberapa telah dipugar dengan mewah dan yang lainnya retak menunggu ambruk – adalah tempat istirahat yang tenang dari pusat Sultanahmet. Luangkan waktu untuk minum segelas teh di taman Aya Sofya Kecil yang damai sebagai energi untuk menjelajah lebih banyak.

Gereja asli dibangun antara tahun 527 dan 536 M untuk melayani istana Hormisdas, dan pada awalnya dinamai dengan nama dua tentara Romawi, Sergius dan Bacchus. Mereka menjadi martir karena membela keyakinan Kristen dan kemudian menjadi sosok yang dianggap suci sebagai pelindung orang-orang Kristen dalam pasukan Romawi.

Hingga enam puluh tahun setelah penaklukan Konstantinopel pada tahun 1453 M, gereja tersebut tetap tidak tersentuh oleh umat Islam. Husein Aga, seorang kepala kasim di Istana Topkapi kemudian mengubahnya menjadi sebuah masjid. Serambi bertiang dan madrasah (sekolah) ditambahkan pada saat tersebut.

Seperti kebanyakan gereja Bizantium di era itu, eksteriornya terdiri dari batu bata yang sederhana. Ketika diubah menjadi masjid, jendela dan pintu masuk diubah, lantai lantai dinaikkan, dan dinding interior diplester.

Sebagai gereja berkubah pertama, persis sebelum Hagia Sophia, bangunan ini dianggap sebagai salah satu bangunan paling penting dalam pengembangan arsitektur Bizantium di Istanbul.

Di seberang pintu masuk masjid adalah tempat madrasah berada. Halaman sekarang berfungsi sebagai kebun teh yang teduh.

 

Fakta menakjubkan tentang Masjid Little Hagia Sophia

Meskipun merupakan masjid, bagian dalam masjid terdapat tulisan Yunani Kuno dari masa Bizantium yang memuji Justinian dan istrinya Theodora.

Menurut Procopius yang merupakan seorang sejarawan pada abad ke-6 M: “Dengan keaslian arsitekturnya dan kemewahan pahatan dekorasinya, peringkat (Hagia Sophia Kecil) di Konstantinopel berada di urutan kedua setelah St Sophia sendiri.”

Legenda mengatakan bahwa, sebelum menjadi kaisar, Justinian muda akan dihukum mati karena mengorganisir pemberontakan terhadap pamannya – Kaisar Justin. Satu malam sebelum eksekusi Justinianus, Santo Sergius dan Bacchus muncul di hadapan Kaisar Justin dan mendesaknya untuk tidak membunuh Justinianus. Selanjutnya, Justin tidak membunuh keponakannya, Justinianus. Beberapa tahun kemudian Justinianus menjadi kaisar pada tahun 527 Masehi. Segera setelah ia menjadi kaisar, ia memerintahkan pendirian gereja ini dan mendedikasikan kepada Saints Sergius dan Bacchus.

Rencana arsitektur unik Little Hagia Sophia diulang di Gereja San Vitale di Ravenna yang dibangun pada 547 Masehi.

Pembangunan Masjid Rüstem Paşa,  oleh arsitek Utsmani terkenal Mimar Sinan juga terinspirasi dari Little Hagia Sophia, karena keduanya memiliki bentuk oktagon yang terukir dalam segi empat yang tidak beraturan.

Masjid Rüstem Paşa dibangun pada 1563 oleh Arsitek Mimar Sinan dan pelindungnya adalah Süleyman, Wazir Agung Magnificent Rüstem Paşa.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Share via