Rumah Sakit lapangan Turki di Bangladesh telah merawat ribuan pengungsi Rohingya

TURKINESIA.NET – COX BAZAR. Sejak pertama kali didirikan pada 2018, sebuah rumah sakit lapangan Turki di Cox Bazar Bangladesh telah menyediakan layanan medis kepada ribuan pengungsi Rohingya.

Rumah sakit ini diresmikan pada Februari 2018 oleh Lembaga  Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) dengan kontribusi dari Kementerian Kesehatan.

Para pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar karena kekejaman pemerintah telah menerima perawatan medis dan perawatan kesehatan, terhitung ada sekitar seribu pasien setiap hari sejak saat itu.

Rumah sakit berkapasitas 50 tempat tidur ini mencakup sebuah Klinik Pediatrik bersama dengan satu-satunya unit neonatal di kawasan itu yang menerima sekitar 108 bayi tahun lalu.

Ada sebuah tim pekerja kesehatan Turki yang terdiri dari ahli ortopedi hingga ahli bedah dan anestesi yang bekerja di rumah sakit lapangan, demikian pula dengan perawat dan petugas kesehatan dari negara bagian Rakhine dan Bangladesh.

Sebanyak 215 pasien dioperasi di rumah sakit tahun lalu, menurut laporan.

Seiring meningkatnya jumlah pengungsi, kebutuhan untuk lebih banyak layanan medis turut meningkat. AFAD telah melanjutkan negosiasi untuk pembangunan rumah sakit baru, kata karyawan dari rumah sakit lapangan.

Para karyawan mengatakan bahwa meskipun jumlah pekerja perawatan kesehatan sudah mencukupi, namun masih dibutuhkan ruang konsorsium atau baja sehingga pasien dapat menerima perawatan yang lebih baik.

Sementara itu, transportasi pasien telah menjadi salah satu masalah paling penting bagi rumah sakit karena Rohingya tidak secara resmi diakui oleh pemerintah Myanmar dan, para pengungsi tidak diizinkan meninggalkan Bangladesh atau kembali ke Myanmar. Dengan demikian, pasien yang berada dalam kondisi kritis tidak dapat ditransfer ke negara tetangga untuk perawatan medis yang lebih baik.

Ada juga organisasi perawatan kesehatan di wilayah ini dari Indonesia, Malaysia, Jepang dan yang didirikan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (AS) bersama Turki.

Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, kebanyakan wanita dan anak-anak telah meninggalkan Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan penumpasan terhadap komunitas minoritas Muslim pada Agustus 2017. Sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya telah terbunuh oleh pasukan negara Myanmar, menurut laporan oleh Ontario International Development Agency (OIDA). [Daily Sabah]

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Share via