Presiden Erdogan tegaskan aneksasi Krimea ilegal

TURKINESIA.NET – ANKARA. Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Rabu [07/08] mengatakan bahwa Turki tidak akan menerima aneksasi ilegal Krimea.

Setelah bertemu dengan rekannya dari Ukraina di Ankara, Erdogan mengatakan pada konferensi pers bersama bahwa keberadaan saudara-saudara di tanah air bersejarah, Krimea, perlindungan identitas dan budaya, pelestarian hak-hak dasar dan kebebasan mereka adalah prioritas Turki.

“Saudara dan saudari Tatar Krimea kami adalah elemen penting dari ikatan historis dan sosial antara Turki dan Ukraina. mempertahankan keberadaan saudara-saudara kita di tanah air mereka yang bersejarah, Krimea, pelestarian identitas dan budaya mereka, dan memastikan hak-hak dasar dan kebebasan mereka akan terus menjadi prioritas kami.”

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang melakukan kunjungan resmi selama dua hari ke Turki, meminta Rusia untuk bertindak dalam hukum internasional.

Zelensky menekankan bahwa Krimea adalah milik Ukraina, dan Ukraina bersama Rusia akan menemukan jalan untuk membangun kembali perdamaian dan stabilitas di kawasan itu.

Dia menggambarkan Turki sebagai tetangga yang baik, teman yang tulus dan mitra strategis yang penting, dan menyoroti pentingnya Turki dalam hubungan dengan Ukraina.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan terus-menerus Anda untuk kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina,” kata Zelensky.

Presiden Ukraina mengatakan dia ingin menjadikan negaranya pusat daya tarik bagi investor asing melalui reformasi ekonomi dan perdagangan.

“Perdagangan antara Turki dan Ukraina mencapai USD4 miliar pada 2018 dan angka itu tidak mencerminkan potensi kedua negara,” ujar Zelensky.

Dia mengungkapkan bahwa target volume perdagangan antara kedua negara adalah USD10 miliar dan perjanjian perdagangan bebas akan membuka jalan untuk mencapai tujuan ini.

“Saya ingin mengundang dunia bisnis Turki ke Ukraina,” kata Zelensky, menambahkan bahwa dia akan menjamin lingkungan kerja yang nyaman.

Krimea adalah sebuah semenanjung di pantai utara Laut Hitam atau di timur Ukraina, yang dianeksasi secara ilegal oleh Rusia pada 2014 dan saat ini berada di bawah kendali pemberontak pro-Rusia.

Sumber: Anadolu Agency Indonesia

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Share via