Presiden Erdogan kenang korban kudeta militer tahun 1980

TURKINESIA.NET – ANKARA. Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Kamis [12/09] mengenang para korban kudeta militer berdarah tahun 1980. Kudeta tersebut memenjarakan ribuan orang, mengeksekusi puluhan orang, dan merenggut 300 nyawa karena kondisi penyiksaan dan penjara.

“Meskipun 39 tahun telah berlalu, 12 September, yang masih kita ingat dengan rasa malu, akan tetap menjadi noda hitam dalam sejarah demokrasi kita,” kata Erdogan di Twitter.

“Saya mengenang semua warga negara kita yang disiksa dan dieksekusi secara tidak adil di masa-masa kelam itu,  [saya kenang] dengan rasa hormat dan belas kasihan,” tambahnya.

Sebagaimana dilansir dari Anadolu Agency, sekitar 650.000 orang ditahan dan 50 lainnya dieksekusi selama periode kudeta 1980. Lebih lanjut, 299 meninggal karena penyiksaan dan kondisi penjara yang tidak sehat.

“Sebagai perwakilan dari budaya politik yang selalu menentang kudeta, kami akan terus mendukung kehendak rakyat dan demokrasi,” kata Erdogan.

Kudeta militer tahun 1980 adalah kudeta paling berdarah dan banyak memakan korban dalam sejarah modern Turki, yang tidak saja menimbulkan penangkapan dan penyiksaan, tetapi juga korban tewas dalam jumlah besar.

Pemimpin kudeta militer Laksamana  Bulent Ulusu dan Jenderal Kenan Evren memberhentikan PM Demirel dan mengambil alih kekuasaan. Bulent Ulusu menjabat sebagai perdana menteri. Sedangkan Kenan Evren kemudian menjadi presiden Turki antara tahun 1980 – 1989.

Dewan Keamanan Nasional, yang terdiri dari Kepala Staf Umum saat itu Kenan Evren – yang memimpin kudeta, dan kemudian menjadi presiden – komandan pasukan darat, udara dan laut Turki, dan komandan pasukan gendarmerie, mengambil kendali dari semua lini kekuasaan. Pelaku kudeta juga membatalkan Konstitusi negara dan membubarkan parlemen.

Setelah menyatakan darurat militer, mereka menargetkan organisasi non-pemerintah dan menghentikan banyak kegiatan, selain dari Asosiasi Penerbangan Turki, Perkumpulan Perlindungan Anak, dan Bulan Sabit Merah Turki. Mereka juga menutup partai-partai politik di Turki dan melakukan serangkaian eksekusi yang masih menghantui hati nurani bangsa. []

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Share via