m
Popular Posts
Follow Us
HomeBeritaPM Turki tanggapi Presiden Prancis: “Dunia tahu, Turki bukan bermental penjajah”

PM Turki tanggapi Presiden Prancis: “Dunia tahu, Turki bukan bermental penjajah”

Turkinesia.net – Perdana Menteri Turki membalas pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mempertanyakan motif operasi kontra-teroris yang dipimpin Turki saat ini di Suriah.

“Dunia tahu, perlu diketahui bahwa Turki tidak pernah bertindak dengan pola pikir penjajahan dengan Operatisi Olive Branch di Suriah barat laut.”

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Binali Yildirim pada hari Rabu dalam sebuah konferensi pers saat bertemu  Perdana Menteri Saad Hariri yang berkunjung ke ibukota Ankara.

“Jika kita melihat operasi Efrat Shield, kita tahu ini,” kata Yildirim, mengutip bahwa Operasi kontraterorisme Efrat Shield yang dilakukan Turki selama tujuh bulan di wilayah Suriah berakhir dengan sukses pada bulan Maret dan pasukan Turki kembali ke negerinya.

“Mereka yang ingin memahami apa yang sedang kita lakukan di Afrin harus melihat area seluas 2.000 kilometer yang meliputi Manbij, Jarabulus, dan Azez sebagai bagian dari Operasi Euphrates Shield,” tambahnya.

Operasi sebelumnya bertujuan untuk meningkatkan keamanan, mendukung pasukan koalisi, dan menghilangkan ancaman teror di sepanjang perbatasan Turki.

Dalam sebuah wawancara dengan Le Figaro yang dipublikasikan pada hari Rabu, Macron memperingatkan bahwa jika operasi Turki saat ini berubah menjadi “invasi”, ini akan menjadi “masalah nyata” bagi Prancis.

Sebagai tanggapan, Yildirim mengatakan bahwa Afrin merupakan masalah keamanan bagi Turki.

“Karena semua operasi sedang berlangsung melawan Daesh di Suriah, kami juga telah meluncurkan sebuah operasi di Afrin melawan Daesh, PKK, PYD/YPG,” katanya.

Dia kemudian menambahkan bahwa seharusnya Prancis mengeluarkan isu dengan cara ini, mungkin “aktivitas mereka di Suriah juga harus dipertimbangkan”

Anadolu Agency

 

Rate This Article:
No comments

leave a comment