Pengusaha Senegal menjadi saksi upaya upaya kudeta 15 Juli 2016

TURKINESIA.NET – DAKAR. Seorang pria Senegal yang menjadi saksi upaya kudeta pada tahun 2016 di Turki, mengingat malam berdarah yang menyebabkan 251 orang gugur dan hampir 2.200 terluka.

“Saya melihat komplotan kudeta di satu sisi mencoba menggulingkan pemerintah dan warga patriotik di sisi lain menjadikan tubuh mereka sebagai tameng untuk melindungi presiden dan tanah air mereka,” kata Abdoulaye Thiagam Collo kepada Anadolu Agency.

FETO dan pemimpinnya Fetullah Gulen yang berbasis di AS mengatur kudeta yang berhasil digagalkan pada 15 Juli 2016.

Turki juga menuduh FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan.

Collo, pemilik toko pakaian dan sepatu di Dakar, ibu kota negara Afrika Barat, mengatakan ia membeli sebagian besar produknya dari Istanbul.

Dia tiba di Istanbul pada pagi hari 15 Juli dan menginap di rumah seorang teman untuk menunggu penerbangan berikutnya ke London.

 

Rakyat menghadang tank

“Itu adalah malam 15 Juli ketika saudara perempuan saya dari Senegal menelepon saya dan mengatakan ada kudeta yang sedang terjadi di Turki. Saya mendengar ibu saya menangis,” kenang Collo.

“Ketika teman saya dan saya pergi untuk memeriksa apa yang sedang terjadi, kami melihat orang-orang menangis, orang-orang berteriak: ‘Ini kudeta’.”

Dia takut, katanya, karena ini adalah pertama kalinya dalam hidupnya dia pernah menyaksikan upaya kudeta.

Collo dan temannya khawatir keluar, tetapi segera mereka bergabung dengan kerumunan setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta orang-orang untuk turun ke jalan, katanya.

Collo mengingat betapa takutnya dia ketika melihat pesawat tempur terbang rendah dan diikuti suara ledakan dan tembakan.

Pengusaha Senegal tersebut memuji rakyat Turki, ketika ia melihat mereka “duduk di jalan untuk menghalangi tank dan mencoba untuk menangkap para pelaku kudeta dengan tangan kosong.”

“Sejak itu saya sangat menghormati orang-orang Turki, karena mereka sangat patriotik. Itu sebabnya bangsa Turki, yang membela negara mereka, dihargai oleh semua bangsa.”

Collo meninggalkan Istanbul keesokan paginya, tetapi mengatakan dia tidak bisa berhenti memikirkan malam yang menentukan itu.

“Saya tahu bahwa orang Turki pandai berdagang, tetapi saya tahu malam itu bahwa mereka juga patriot, yang sangat mengesankan saya,” kata Collo. [Anadolu Agency]

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Share via