Pelaut Turki tahanan pemberontak Libya tiba di Istanbul

TURKINESIA.NET – ISTANBUL. Enam pelaut Turki yang ditahan di Libya oleh pasukan yang setia pada Komandan Khalifa Haftar kembali ke rumah, pada Selasa [09/07].

Enam pelaut Turki tersebut adalah Onur Cakir, Mehmet Yilmaz Odabasi, Eyup Eryilmaz, Necmettin Demirhan, Eren Cakir dan Birol Kutlu. Mereka terbang dari ibu kota Libya, Tripoli, ke Istanbul.

“Internet saya terbatas, jadi saya menghubungi keluarga sesering mungkin. Saya bilang saya tidak apa-apa. Kami baik-baik saja. Kami melewati banyak hal namun saya berupaya tak mengatakannya,” ujar Onur Cakir, kepada media.

“Semoga Allah memberkahi Tuan Presiden, Menteri Luar Negeri dan duta besar untuk Libya. Mereka benar-benar terlibat. Bos kami di Libya, Tuan Samir, juga merawat kami. Tak ada tempat sebaik negara kita,” kata Eyup Eryilmaz.

Pada 28 Juni, juru bicara Haftar Ahmed al-Mismari mengumumkan larangan penerbangan komersial dari Libya ke Turki dan mengatakan Haftar telah memerintahkan pasukannya untuk menyerang kapal dan kepentingan Turki di negara itu.

Terkait itu, Kedutaan Besar Turki di Tripoli mengatakan lewat laman webnya bahwa warga negaranya harus waspada akan keamanan dan keselamatan mereka di wilayah di bawah kendali milisi ilegal yang setia kepada Haftar.

Kementerian Luar Negeri juga mendesak milisi Haftar untuk membebaskan warga Turki yang mereka tahan, bila tidak maka elemen-elemen Haftar akan menjadi target resmi.

Pada 1 Juli, para pelaut tersebut dibebaskan dan kembali ke kapal.

Libya dilanda gejolak sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan penggulingan dan kematian Presiden Muammar Gaddafi yang lebih dari empat dekade berkuasa.

Sejak itu, perpecahan politik Libya menghasilkan dua kursi kekuasaan yang saling bersaing—satu di Tobruk dan lainnya di Tripoli—dan sejumlah kelompok milisi bersenjata lengkap. [Anadolu Agency]

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Share via