Pangkalan militer Turki di Qatar akan diresmikan “musim gugur”

TURKINESIA.NET – DOHA. Sebuah pangkalan militer baru Turki akan diresmikan di Qatar pada musim gugur, sebagaimana diungkapkan berita harian Hurriyet, Rabu [14/08].

Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al Thani dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan diperkirakan akan menghadiri upacara pembukaan.

Penulis laporan itu, Hande Firat pergi ke Doha untuk mengunjungi pangkalan Tariq bin Ziyad di mana tentara Turki telah dikerahkan sejak Oktober 2015.

Pangkalan militer di Qatar semakin besar. Pangkalan baru telah dibangun di dekat pangkalan militer Tariq bin Ziyad, kata Hurriyet.

Jumlah tentara akan meningkat, tambah Fande tanpa mengungkapkan jumlah mereka karena pertimbangan “kepentingan dan keamanan Turki”.

“Saya dapat mengatakan bahwa itu akan mencapai angka yang drastis. Qatar juga sangat mementingkan pangkalan militer ini,” ungkapnya.

Tentara Turki dikerahkan ke pangkalan militer tersebut pada Oktober 2015 dalam upaya untuk berkontribusi pada perdamaian regional dalam lingkup hubungan militer bilateral Turki dan Qatar.

Ankara dan Doha membentuk komite strategis yang lebih tinggi pada tahun yang sama untuk meningkatkan hubungan kedua negara.

Qatar juga telah menggunakan dukungan keamanan Turki setelah boikot ekonomi dan diplomatik 2017 oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir.

Sejak saat itu, Ankara meningkatkan kehadirannya di pangkalan Qatar yang dapat menampung sekitar 3.000 tentara.

Tentara Turki dan Qatar menyiapkan program pelatihan bersama dan melakukan latihan militer. Sebagaimana kehangatan dalam hubungan politik kedua negara, demikian pula dalam hubungan militer.

Selain itu, pangkalan militer permanen Turki di Qatar memiliki signifikansi jauh melampaui hubungan bilateral kedua negara.

Dalam liburan Idul Adha ini, tentara dari kedua negara bertemu di pos militer dan bertukar salam, seperti yang mereka lakukan setiap musim liburan. Tentara Turki menyajikan cokelat, sedangkan tentara Qatar menawarkan sarapan.

Secara keseluruhan, negara-negara Teluk, khususnya Arab Saudi, merasa tidak nyaman dengan kerja sama Turki-Qatar. Terlepas dari semua ini, Turki berusaha untuk membangun arsitektur keamanan yang tahan lama dan domain militer dan politik.

Turki telah memiliki pangkalan militer di lokasi seperti itu yang sangat penting dalam politik Teluk dan Timur Tengah dan strategis dalam masalah energi. Itu juga menjadi kekuatan penyeimbang terkait Iran dan Arab Saudi. []

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Share via