Menara Maiden di tengah Bosphorus: Sejarah dan legenda

TURKINESIA.NET – SEJARAH. Menara Maiden atau Maiden Tower adalah bagian yang tidak terpisahkan dari ikon Istanbul. Bangunan tersebut telah menginspirasi banyak puisi dan telah ditampilkan dalam banyak film. Sebagai simbol Üsküdar, Menara Maiden memiliki sejarah yang kaya sejak abad ke-4 dan merupaakan salah satu monumen yang tersisa dari era Bizantium hingga saat ini. Menara Maiden juga disebut Menara Leander oleh para sejarawan Eropa.

Menara yang berada di pulau kecil di sisi Asia di Istanbul memiliki banyak latar belakang dan beberapa legenda yang menarik untuk ditelusuri.

Terletak sekitar 650 kaki (200 meter) dari pantai Üsküdar, Menara Maiden dapat ditemukan di sebuah pulau kecil di pintu masuk selatan Bosphorus. Meskipun tidak diketahui persis kapan menara dibangun, gaya arsitektur identik dengan era sekitar 340 SM.

Bangunan itu sebelumnya dikenal sebagai Leandros dan Damalis – dinamai berdasarkan nama istri Kharis, raja Athena. Selama era Bizantium, itu juga dikenal sebagai “arcla,” yang berarti “kastil kecil.”

Setelah tentara Ottoman menaklukkan Konstantinopel, diganti dengan struktur kayu yang kemudian terbakar pada 1719. Kepala arsitek Istanbul Nevşehirli, Damat Ibrahim Pasa, membangun kembali menara itu dalam versi batu. Kemudian kios kaca dan kubah berlapis timah ditambahkan. Tanda tangan Sultan Mahmut II ditorehkan pada marmer oleh ahli kaligrafi terkenal Rakım Efendi dan, pada tahun 1857, sebuah lentera telah dipasang, namun pada tahun 1920, lentera itu diubah menjadi sistem pencahayaan otomatis.

Maiden’s Tower telah berubah-ubah fungsi selama berabad-abad, digunakan sebagai stasiun bea cukai di era Bizantium, sebagai makam di era Yunani, dan sebagai tempat karantina, pengasingan, dan sebagai benteng pertahanan di masa Ottoman. Selama terjadinya epidemi kolera tahun 1830, tempat itu berubah menjadi rumah sakit karantina dan stasiun radio. Pada tahun 1964, gedung itu diserahkan kepada Departemen Pertahanan dan kemudian ke Perusahaan Maritim 18 tahun kemudian. Setelah sejumlah renovasi, saat ini menara menjadi daya tarik pengunjung dengan restoran lantai dasar yang menawarkan hidangan tradisional Turki di samping pemandangan yang sangat indah. Ada juga museum dengan tiket masuk gratis.

Legenda-legenda

Terlepas dari sejarahnya, menara telah menjadi subyek dari beberapa legenda. Menurut kabar angin, seorang pemuda yang dikenal sebagai Leandros jatuh cinta dengan seorang biarawati bernama Hero, yang tinggal di menara. Setiap malam, Hero membangun api untuk membimbing kekasihnya ke pulau kecil itu. Namun, suatu malam, api itu padam karena badai. Leandros tersesat dan tenggelam di Bosphorus. Keesokan harinya Hero menemukan mayat kekasihnya. Dia begitu diliputi oleh kesedihan dan rasa kehilangan hingga akhirnya bunuh diri di perairan Bosphorus.

Cerita lain mengatakan bahwa seorang peramal memberi tahu raja bahwa putrinya akan mati karena gigitan ular. Untuk melindunginya, raja membangun sebuah puri di laut di mana dia bisa hidup dengan aman; Namun, seekor ular yang bersembunyi di keranjang buah berhasil masuk ke pulau kecil itu dan sang putri meninggal setelah reptil itu menggigitnya.

Kisah lain adalah tentang Battal Ghazi dan putri seorang Gubernur Kristen, Tekfur, yang tinggal di Maiden Tower. Tekfur melarang hubungan cinta mereka dan mengisolasi putrinya di menara, setelah itu Battalgazi menyerbu pulau itu dan menculik cintanya. []

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Share via