Kudeta 15 Juli: Anggota parlemen Turki pertaruhkan nyawa

TURKINESIA.NET – ANKARA. 15 Juli 2016 menjadi malam yang sangat menentukan masa depan Turki, para anggota parlemen Turki mempertaruhkan nyawa mereka untuk membela kedaulatan negara di hadapan upaya kudeta, kata seorang anggota parlemen senior dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa, Minggu [14/07].

“Rekan-rekan kami anggota parlemen memilih resiko mati tanpa ragu untuk kedaulatan bangsa kami pada malam upaya kudeta yang digagalkan,” kata Ramazan Can, seorang anggota parlemen mewakili provinsi Kirikkale, kepada Anadolu Agency.

Para deputi dalam majelis umum malam itu mengambil sikap tegas menentang upaya kudeta oleh Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kata Ramazan.

“Bom-bom yang meledak di atas parlemen, orang-orang yang terluka malam itu, dan berita tentang orang-orang yang gugur tidak mengurangi tekad anggota parlemen kami terhadap upaya kudeta,” katanya.

“Pembukaan gedung parlemen malam itu mendorong semua orang yang percaya pada demokrasi dan kedaulatan Turki. Sebagai hasil dari kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan dan sikap tekun para wakil parlemen kita, rakyat kami memenuhi alun-alun berbondong-bondong negara.”

 

Beberapa bagian gedung parlemen Turki dibom selama upaya kudeta.

FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS, Fetullah Gulen mengatur kudeta yang digagalkan. Kudeta tersebut menewaskan 251 orang dan melukai hampir 2.200 lainnya.

Ankara juga menuduh FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga-lembaga Turki, khususnya militer, polisi dan pengadilan.

Sejak upaya kudeta, Turki tidak berhasil menekan AS untuk mengekstradisi Gulen yang tinggal di negara bagian Pennsylvania. Turki telah menyerahkan banyak bukti peran Gulen dalam mengarahkan pengkhianatan yang digagalkan. Para pemimpin Turki mengeluh bahwa sekarang Gulen seharusnya sudah lama diekstradisi.

Ramazan juga mengkritik dukungan AS untuk FETO dan pemimpinnya, dengan mengatakan: “AS telah memberikan dukungan finansial dan logistik yang jelas untuk organisasi teroris ini, dan ia mencoba menduduki negara kami melalui FETO yang telah diberikannya dengan senjata mereka sendiri sebelumnya.”

“Kalau tidak, organisasi seperti FETO seperti itu tidak akan dapat mencoba melakukan plot kudeta,” katanya.

“Jika komplotan kudeta berhasil, kita tidak akan terbangun di Republik Turki keesokan paginya. Kita akan terbangun di sebuah negara yang telah diduduki.” [Anadolu Agency]

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Share via