m
Terpopuler
Follow Us
HomeBeritaKTT Dewan Negara Turk, Erdogan seru putuskan ketergantungan terhadap dolar

KTT Dewan Negara Turk, Erdogan seru putuskan ketergantungan terhadap dolar

KTT Dewan Negara-Negara Turk

TURKINESIA.NET – BISHKEK. Ketergantungan perdagangan internasional terhadap dolar AS harus berkurang karena telah menjadi kendala bagi Turki, Presiden Recep Tayyip Erdoğan mengatakan pada hari Senin (03/09). Erdogan menghadiri KTT Dewan Negara-Negara Turk di Pusat Kebudayaan Rukh Ordo di Kirgizstan, di mana dia berkata, “Kami mengusulkan melakukan perdagangan dengan mata uang kami, ketimbang dolar AS.” KTT ini diselenggarakan oleh Presiden Kyrgyzstan Sooronbay Jeenbekov di Pusat Kebudayaan Rukh Ordo.

Selain presiden Turki, Azerbaijan, Kazakhstan, dan Uzbekistan, Hongaria diwakili oleh perdana menteri hadir sebagai negara pengamat.

Presiden Erdogan berada di Kirgistan dalam kunjungan resmi tiga hari ke negara tersebut, yang dimulai sejak Sabtu.

Menyampaikan pidato di Forum Bisnis Turki-Kyrgyzstan di ibukota Kyrgyzstan, Bishkek, Presiden Erdoğan menggarisbawahi bahwa perang perdagangan dan kecenderungan proteksionis telah mengharuskan pengembangan strategi baru di banyak bidang. Dia menegaskan kembali bahwa ketergantungan perdagangan internasional pada dolar menjadi masalah yang semakin besar.

Erdogan mengatakan bahwa ketergantungan pada dolar AS semakin menjadi beban.

“Serangan di negara kami adalah contoh yang jelas dari ini. Mereka mencoba untuk menimbulkan keraguan terhadap ekonomi Turki yang kuat dan solid melalui manipulasi mata uang,” kata Erdogan.

Mengomentari data dari ‘bisnis rating kredit internasional’ seperti Moody’s dan Fitch, Erdoğan mengatakan setiap langkah oleh perusahaan-perusahaan itu “dipolitisasi” dan menyebut mereka “berbahaya” dan “tidak jujur.”

“Kita perlu secara bertahap mengakhiri kedaulatan dolar dengan menggunakan mata uang domestik dan nasional di antara kita,” katanya, menambahkan bahwa negara-negara, perusahaan dan pedagang tidak hanya mengatasi masalah yang melekat pada perdagangan, tetapi juga menghadapi tantangan seperti tekanan nilai tukar yang disebabkan dari ketergantungan pada dolar.

“Sistem ini, didasari atas anggapan ‘memfasilitasi perdagangan,’ telah berubah menjadi penghalang terbesar untuk perdagangan bebas global,” kata Erdogan. “Manipulasi mata uang bertujuan untuk (menimbulkan) keraguan pada perekonomian Turki yang kuat dan solid.”

“Mereka mencoba untuk meragukan ekonomi kuat dan solid Turki melalui manipulasi mata uang,” tambahnya.

Erdogan mengatakan Turki bertekad untuk membangun kemandirian dalam ekonomi, terutama dalam industri pertahanan.

Ketegangan politik antara Ankara dan Washington telah memicu kekhawatiran di pasar global pada Agustus setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menggunakan tekanan ekonomi atas penahanan seorang pendeta Amerika atas tuduhan spionase dan teror. [Daily Sabah]

 

Facebook Comments

Rate This Article: