Kesetiaan seorang istri di Turki: Merawat suami yang lumpuh selama 51 tahun

TURKINESIA.NET – ORDU. Nefise Tören yang kini menetap di Ordu, sedikitpun tidak pernah berhenti memberikan perhatian terbaik kepada suaminya yang mengalami kecelakaan pada usia muda hingga menyembakan ia lumpuh selama 51 tahun dan kini hanya bisa terbaring di tempat tidur.

Seyfi Tören (74), kini tinggal di komplek Çavuşlar yang terhubung langsung dengan distrik Altınordu. Pada tahun 1968 ketika umurnya 23 tahun, ia harus mengalami kelumpuhan setelah truk yang ia kemudikan mengalami kecelakaan tunggal.

Kecelakaan tersebut menjadikan kedua kakinya mengalami pembekuan darah dan menyebabkan bagian pinggang bawahnya tidak lagi berfungsi hingga mengakibatkan lumpuh dan selama 51 tahun pula Tören hanya berada diatas tempat tidurnya.

Setengah abad berlalu, Tören telah melakukan begitu banyak operasi, dan pada masa tersebut penyemangat terbesarnya ialah sang istri, Nefise Tören (69).

Tören, meskipun telah merawat sang suami yg lumpuh selama hampir 51 tahun, sampai sekarangpun segala keperluan suaminya yang ia berikan tidak sedikitpun berkurang.

Dengan harus memenuhi segala kebutuhan, merawat, dan membantu disetiap kesulitan sang suami, sekalipun tidak membuat Tören berpikir untuk meninggalkan sang suaminya sendirian walaupun hanya sehari saja.

Ibu dari seorang anak ini, ketika diwawancarai, ia mengatakan bahwasanya ketika suaminya di vonis lumpuh, sang anak pada saat itu baru berusia 9 bulan.

Nefise Tören yang menikah dengan sang suami atas dasar cinta ini mengatakan semenjak suaminya lumpuh, bertahun-tahun umurnya banyak dilewati di kamar rumah sakit.

Tören mengatakan suaminya telah menjalani hidupnya dengan keadaan seperti ini selama setengah abad.

Nefise tören bertahun-tahun tanpa rasa enggan selalu memenuhi segala kebutuhan suami, ” Pagi, siang, malam, segala keperluannya saya berikan” ungkapnya.

Tören, mengatakan ia tidak sekalipun mengeluh akan hal ini, “Apa boleh buat, inilah takdir kami. Allah masih memberi umur pada suami saya saja sudah sangat cukup. Dengan adanya ia, sangat memberi kekuatan kepada kami.” tuturnya.

Nefise Tören juga mengungkapkan, ia akan terus menjaga sang suami selama diberikan umur panjang dan kekuatan, “Saya akan terus berada disamping suami saya selamanya, Allah telah mengamanahkannya kepada kami. Saya akan menjaganya dengan sebaik mungkin.” ungkapnya.

–Istri saya bertahun-tahun lamanya tidak pernah mengatakan bahwa saya punya salah-

Seyfin Tören sendiri menganggap sang istri adalah pahlawan untuknya, ” Setiap hari ia memenuhi segala kebutuhan saya. Sayangnya, saya tidak bisa membantunya dengan mengurus diri saya sendiri. Istri saya yang merawat dan tidak sekalipun ia mengeluh dan mengeluarkan kata ‘öf (kata marah karna capek) ‘. Semoga Allah meridhai segala apa yg ia lakukan.” katanya.

“Tidak semua orang dianugrahi istri seperti ini. Sebagian istri meninggalkan sang suami, lalu pergi. Istri saya selama 51 tahun tidak pernah mengatakan bahwa saya punya salah. Beribu syukur saya panjatkan kepada Allah telah dianugrahkan seorang istri seperti ini.” tambahnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Share via