Jejak Ottoman: Sejarah Masjid Aladza di Bosnia

TURKINESIA.NET – Masjid Aladza dibangun antara tahun 1549 dan 1551 oleh Hasan Nezir, seorang kolega dekat arsitek Utsmani terkenal Mimar Sinan.

Proporsi struktural, ukiran, serta dekorasi geometrisnya memberikan kesan futuristik di zamannya, masjid ini juga dikenal sebagai Masjid Lukisan. Ornamen yang dilukis dengan gaya arsitektur klasik Ottoman yang khas adalah yang pertama dari jenisnya di Bosnia, di mana desainnya ditiru oleh banyak rumah ibadah Muslim lainnya di Eropa Timur.

Karena nilai sejarah yang dimiliki bangunan tersebut, otoritas Yugoslavia menempatkannya di bawah perlindungan negara pada tahun 1950. Namun pada 2 Agustus 1992, selama tahun pertama perang, masjid diledakkan oleh pasukan Serbia Bosnia, bersama dengan banyak masjid lain di negara itu.

Bosnia menuntut serangan itu pada Oktober 2018, ketika salah seorang mantan perwira militer Serbia, Goran Mojovic, terbukti bersalah telah menanam bahan peledak di Masjid Aladza. Mojovic dituduh melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan melalui penghancuran monumen budaya, agama atau sejarah.

Pekerjaan konstruksi pembangunan kembali masjid Aladza dimulai pada Oktober 2012, sebagai upaya bersama oleh Direktorat Jenderal Wakaf Republik Turki dan Direktorat Wakaf Komunitas Islam di Bosnia. Total biaya renovasi masjid hanya lebih sedikit dari dua juta euro, atau sekitar Rp 32,1 miliar.

Rekonstruksi dijalankan pada bangunan masjid yang dinilai masih bisa diperbaiki. Sementara bagian yang rusak parah seperti di depan masjid, dibiarkan dan dijadikan monumen peringatan kehancuran pada 1992.

Rekonstruksi tersebut berdasarkan pada gambar yang terdapat di Ruang Arsip Istanbul serta Direktorat Arsip Wakaf Republik Turki. Gambar tersebut dibuat ketika masjid dalam proses pembangunan.

Masjid Aladza bukanlah yang pertama di negara ini yang dibangun kembali dengan bantuan keuangan dari Turki. Pada 2016, masjid Ferdahija yang berasal dari Ottoman di Banja Luka, juga dihancurkan oleh pasukan Serbia selama perang 1990-an. Masjid itu telah dibuka kembali beberapa bulan lalu, namun tidak dengan agenda seremonial sebesar yang dilakukan pada Aladza.

Selama periode kekuasaan Ottoman, 17 masjid dibangun di Foca. Lima di antaranya hancur sepanjang Perang Dunia II dan 12 lainnya hancur akibat perang antara 1992-1995.

Sensus 2013 di Bosnia dan Herzegovina menunjukkan bahwa Foca dihuni oleh 18.288 jiwa, di mana mayoritas berasal dari Serbia. Adapun penduduk asli Bosnia berjumlah tidak lebih dari 1.270 orang. Padahal dalam sensus terakhir sebelum perang, pada 1991, Foca dihuni oleh 20.790 orang Bosnia, dari total penduduk sebanyak 40.513 jiwa.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Share via