m
Popular Posts
Follow Us
HomeBeritaIbu Suriah: “Saya telah meninggalkan Suriah, tidak akan meninggalkan Turki”

Ibu Suriah: “Saya telah meninggalkan Suriah, tidak akan meninggalkan Turki”

 

Turkinesia.net – Organisasi teroris PYD/PKK kembali memunculkan kenangan menyakitkan bagi sebuah keluarga pengungsi Suriah dengan melakukan serangan roket ke sebuah kota di Turki tenggara, tempat dimana bermukim saat ini.

Neda Ahmar, seorang ibu rumah tangga berusia 51 tahun, sedang menikmati secangkir teh bersama keluarganya saat sebuah proyektil roket PYD / PKK yang ditembakkan dari Suriah menghantam atap rumah mereka di provinsi Kilis, Turki.

Mereka mencoba mengatasi efek traumatis dari kejadian tersebut dengan dukungan penuh dari petugas dan tetangga mereka.

Keluarga tersebut meninggalkan tanah airnya di Suriah untuk mengungsi ke Turki sejak lima tahun yang lalu karena perang saudara, kata Ahmar dan mengungkapkan cintanya kepada provinsi Kilis, tempat yang mereka sebut “rumah”.

“Saya tidak pernah meninggalkan Kilis sejak kami datang dari Syria, dan saya tidak akan pernah meninggalkannya; Kilis adalah tanah air saya,” kata ibu Suriah tersebut kepada Anadolu Agency dalam sebuah wawancara eksklusif.

Berbicara tentang kehidupan baru mereka di Turki, Ahmar mengatakan bahwa mereka bersyukur atas kondisi kehidupan di Turki.

“Ada perang di Syria. Kami datang ke sini supaya kita bisa sedikit tenang, tapi ini sudah terjadi pada kita di sini.

“Kami merasa nyaman di sini, anak-anak saya bersekolah, kami menggunakan rumah sakit, dan kami tidak memiliki masalah,” katanya. Ahmar menyalahkan A.S. dan PKK atas semua kejadian yang terjadi sekarang.

Dia mengatakan bahwa segala sesuatu menjadi kacau balau dengan jatuhnya roket yang sama sekali tak terduga di rumah mereka, namun menambahkan, bahwa semua petugas di kota bergegas membantu mereka.

“Kami telah mengalami perang di Suriah, dan kami tidak menginginkannya di sini,” Ahmar menambahkan.

Sejak Turki meluncurkan Operation Olive Branch pada hari Sabtu untuk membersihkan teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin di barat laut Suriah, kelompok teror tersebut telah melakukan serangan lintas batas ke Turki.

Baru-baru ini, serangan roket PYD/PKK dari Suriah menewaskan dua warga sipil dan melukai enam lainnya saat jatuh di sebuah masjid pada waktu sholat di Kilis pada hari Rabu.

Sebuah pernyataan militer Turki baru-baru ini menjelaskan, Operasi Olive Branch dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas teritorial Suriah.

Militer telah berulang kali mengatakan bahwa hanya target teroris yang dihancurkan dan “sangat penting” dijaga agar tidak merugikan warga sipil manapun.

Afrin telah menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK sejak Juli 2012, ketika rezim Assad di Suriah meninggalkan kota tersebut ke kelompok teror tanpa melakukan perlawanan.

Yeni Safak

Rate This Article:
No comments

leave a comment