Erdogan: Rudal S-400 Rusia bukan untuk perang tapi pertahanan

TURKINESIA.NET – ISTANBUL. Presiden Turki pada Minggu [14/07] menanggapi pengiriman awal sistem pertahanan rudal S-400 Rusia ke Turki. Erdogan menegaskan Turki tidak sedang mempersiapkan perang dengan membeli peralatan militer tersebut, melainkan “berusaha untuk menjamin perdamaian dan keamanan nasionalnya.”

Erdogan menambahkan penempatan rudal itu akan selesai pada April 2020.

Washington berasumsi bahwa eksistensi S-400 akan membahayakan peran Turki dalam program jet tempur F-35, dan bahkan bisa memicu sanksi kongres.

Para pejabat AS menyarankan agar Turki membeli sistem rudal Patriot AS ketimbang S-400 dari Rusia, karena sistem itu tidak sesuai dengan sistem NATO.

Sementara itu, Turki, menekankan bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tidak akan menimbulkan ancaman bagi aliansi.

Erdogan juga mengatakan Turki bukan negara yang masuk dalam sanksi Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) dan sanksi bagi Turki pada proyek jet tempur F-35 adalah “keluar dari pertanyaan.”

CAATSA disahkan pada tahun 2017 guna melawan Iran, Korea Utara, dan Rusia dalam upaya memerangi pengaruh negara-negara itu di seluruh dunia.

Erdogan mengatakan kesepakatan S-400 adalah “perjanjian paling penting” dalam sejarah Turki, karena alih-alih menjadikan Turki sebagai pasar penjualan senjata, kesepakatan itu membuat Turki menjadi negara mitra dalam produksi.

Karena upayanya untuk membeli sistem pertahanan udara dari AS tak kunjung berhasil, Ankara memutuskan membeli sistem S-400 pada 2017. [Anadolu Agency]

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Share via