Erdogan desak PBB untuk selidiki kematian Mursi

TURKINESIA.NET – ISTANBUL. Presiden Recep Tayyip Erdoğan pada hari Kamis [20/06] mendesak Amerika Serikat untuk meluncurkan penyelidikan resmi atas kematian Presiden Mohammed Mursi.

Berbicara kepada wartawan di sebuah acara media, Erdogan mengatakan pihak berwenang Mesir tidak melakukan apa-apa saat Mursi menderita selama lebih dari 20 menit jatuh pingsan, dan akhirnya meninggal.

“Mursi berjuang di ruang sidang selama 20 menit. Sayangnya pihak berwenang tak melakukan intervensi untuk menyelamatkannya. Mursi dibunuh, dia tak mati karena sebab alamiah,” kata Erdogan dalam pidato disebuah televisi Instanbul sebagaimana dilansir Daily Sabah.

Mursi dilaporkan meninggal karena serangan jantung pada hari Senin selama sesi pengadilan. Televisi pemerintah Mesir pada Selasa pagi melaporkan bahwa Mursi “menderita tumor jinak, memiliki perhatian medis terus menerus dan kematiannya disebabkan oleh serangan jantung.” Dia dimakamkan di Nasr City, sebelah timur Kairo, Selasa pagi dini hari.

“Mereka tidak menyerahkan jasadnya ke keluarganya atau membiarkannya dimakamkan di kota asalnya sesuai keinginannya,” kata Erdogan, menyalahkan menyalahkan Abdel Fattah el-Sissi atas kematian Mursi.

“Mursi mewasiatkan ingin dimakamkan di desanya. Namun, rezim Mesir menguburkannya di tempat yang lain,” lanjut Presiden Turki.

“Sisi adalah seorang tiran, bukan seorang demokrat,” kata Erdogan.

“Saya berharap PBB yang menemukan sikap Turki atas pembunuhan Jamal Khashoggi, juga akan menangani kematian Mursi yang mencurigakan,” kata Erdogan.

“Kami tidak akan membiarkan kematian Mursi dilupakan seperti kami tidak membiarkan kematian mendiang Jamal Khashoggi dilupakan,” tambahnya.

Erdogan mengatakan Turki juga akan menggunakan setiap sumber daya yang tersedia dalam batas-batas hukum internasional untuk menjelaskan kematian Mursi.

“Kami pasti akan membawa kasus kematian Morsi yang mencurigakan itu ke dalam agenda PBB,”

“Kami juga akan mengangkat masalah ini pada pertemuan G20 di Osaka,” tambah dia.

Mursi terpilih sebagai presiden pada tahun 2012 tetapi digulingkan dalam kudeta militer setahun kemudian. Militer yang saat itu dipimpin oleh Presiden Al Sisi, menghancurkan gerakan Ikhwanul Muslimin dengan tindakan keras, menangkap Mursi dan banyak pemimpin kelompok lainnya yang telah berada di penjara menjalani berbagai pengadilan sejak kudeta.

Menurut keluarganya, Mursi menderita diabetes dan penyakit ginjal dan belum mendapatkan perawatan medis yang tepat.

Amnesty International dan kelompok-kelompok hak asasi manusia lainnya menyerukan penyelidikan yang adil, transparan dan komprehensif terhadap kematian Mursi dan mengajukan pertanyaan tentang perlakuannya di penjara.

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Share via