Thursday, March 21, 2019
BeritaSejarah

Erdogan: 28 Februari salah satu hari paling memalukan dalam sejarah Turki

2.7Kviews

TURKINESIA.NET – ERZURUM. 28 Februari 1997, ketika kudeta postmodern terjadi adalah salah satu insiden paling memalukan dalam sejarah politik Turki dan merupakan hasil dari mentalitas oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP), Presiden Recep Tayyip Erdoğan mengatakan kemarin pada peringatan 22 ulang tahun peristiwa tersebut.

“Itu adalah hari ketika anak-anak perempuan saya yang mengenakan jilbab tidak diizinkan (masuk) di universitas,” kenang Erdogan selama kampanye Pemilu di provinsi Erzurum Anatolia timur. “Kami sudah menderita semua ini karena CHP,” tambahnya.

Ada perbedaan cukup menonjol antara kudeta pada 28 Februari 1997 dengan beberapa kudeta lainnya dalam sejarah singkat Republik Turki dalam hal bagaimana hal itu terjadi. Namun demikian, dari segi dampaknya pada publik, peristiwa itu sama menyakitkannya dengan kudeta lain terutama segmen masyarakat yang konservatif (Islami).

Tidak seperti kudeta lainnya, termasuk kudeta pertama pada tahun 1960, kudeta 28 Februari 1997 yang disebut sebagai kudeta “postmodern” tidak melibatkan pengambilalihan kekuasaan secara brutal, tank tidak keluar di jalan-jalan seperti kudeta sebelumnya. Pada kudeta 28 Ferbruari, junta militer mengeluarkan ultimatum kepada pemerintahan koalisi yang kemudian bubar setelah beberapa bulan ultimatum.

Baik sebelum dan sesudah kudeta, ribuan orang masuk daftar hitam, diberhentikan dari tugas publik dan dipaksa keluar dari sekolah hanya karena kepatuhan mereka pada agama Islam. Wanita yang mengenakan jilbab harus keluar dari pekerjaan sektor public. Sementara pria, dari perwira militer hingga akademisi, menjadi sasaran elit sekuler dalam rentetan investigasi dan persidangan, yang merupakan bagian dari incaran terhadap umat beriman atau siapa pun yang dianggap taat beragama.  [Daily Sabah]

Facebook Comments

Leave a Response

error: Content is protected !!