m
Terpopuler
Follow Us
HomeBeritaDi Turki, satu kampung berhenti merokok terima penghargaan

Di Turki, satu kampung berhenti merokok terima penghargaan

kampung bebas rokok di Turki

TURKINESIA.NET – YOZGAT. Saat ini diperkirakan ada 3,3 miliar perokok di seluruh dunia dan setiap tahun hampir 5 juta orang kehilangan nyawa karena penyakit yang berhubungan dengan merokok. Di Turki, ada lebih dari 17 juta perokok dan 250 orang meninggal setiap hari karena kebiasaan buruk tersebut.

Namun hal-hal tersebut berbeda di Haydarbeyli, sebuah desa kecil di Yozgat pusat Anatolia. Dari 180 penduduknya, tak satu pun yang merokok, dan segelintir yang dulu pernah merokok telah berhenti.

Kepala desa, Rifat Eraslan mengatakan bahwa penduduk desa saling membantu untuk berhenti merokok. “Setiap penduduk desa mendukung satu sama lain. Presiden kami, Recep Tayyip Erdoğan, menyarankan kami semua untuk berhenti merokok dan kami mengikuti sarannya,” tambahnya.

Salah satu warga, Muhsin Varol, mengatakan dia merokok selama lebih dari 13 tahun sebelum berubah pikiran untuk berhenti dari kebiasaan itu. “Saya berhenti merokok, sama seperti semua penduduk di sini. Kami juga mengatur jalan-jalan bersama di waktu siang dan malam untuk tetap sehat.”

Yasin Uğurlu, penduduk lainnya, memutuskan untuk berhenti merokok setelah empat tahun dalam kebiasaan tersebut. “Semua orang tahu betul tentang bahaya yang disebabkan oleh merokok tetapi kebanyakan orang memilih untuk mengabaikannya,” kata Uğurlu.

“Di Haydarbeyli, bagaimanapun, kami memilih untuk tidak merokok. Saat ini, semua orang senang. Rumah kami, mobil dan jalan tidak berbau rokok. Kami tidak ingin siapa pun yang datang ke sini dari tempat lain merokok di desa kami. Ketika kami kedatangan pengunjung, para perokok tidak merokok karena mereka merasa malu. Anda tidak dapat menemukan satu batang rokok pun di desa kami,” tambahnya.

Untuk menghormati upaya mereka, presiden Yeşilay provinsi  (Bulan Sabit Hijau) Halil İbrahim Coşkun berkunjung ke desa.

“Sangat fantastis bahwa Haydarbeyli mendengar seruan kami. Saya secara pribadi ingin berterima kasih kepada mereka atas keputusan mereka. Saya berharap banyak orang lain akan mengikuti contoh yang telah mereka tetapkan dan kami akan menyingkirkan kebiasaan merokok sepenuhnya,” kata Çoşkun.

Perokok berisiko tinggi terkena penyakit saluran pernapasan atas, faringitis kronis, laringitis, infeksi berulang, gangguan pita suara pada wanita, kanker tenggorokan, bronkitis berulang, pneumonia, emfisema, paru-paru dan jenis kanker lainnya.

Risiko kanker paru-paru 13-22 kali lebih banyak. Risiko kanker gingiva adalah lima hingga 14 kali, kanker lidah empat sampai 33 kali dan kanker tenggorokan tujuh hingga 16 kali lebih tinggi.

Merokok membuat tubuh rentan terhadap berbagai penyakit lain dan risiko mulai berkurang segera setelah berhenti.

Di Turki, warga biasanya mulai merokok di usia antara 11 dan 18. [DS]

Facebook Comments

Rate This Article: