Darülaceze: Panti jompo yang didirikan Sultan Abdul Hamid II kini berusia 125 tahun

TURKINESIA.NET – ISTANBUL. Didirikan pada tahun 1895 atas perintah Sultan Abdülhamid II, Darülaceze telah menjadi tempat tinggal bagi para lansia dan yang membutuhkan, selama hampir 125 tahun.

Panti tersebut terbentuk dengan sumbangan pribadi sultan Abdul Hamid II yang memberikan 7.000 lira emas dan uang tunai senilai 10.000 lira. Juga, sekitar 50.000 lira dikumpulkan dari donatur lain. Institusi tersebut masih berdiri kokoh di abad ke-21.

Darülaceze pertama kali dibuka untuk orang-orang yang menjadi tunawisma setelah Perang Rusia-Turki, ditempati oleh hampir 150 wanita. Hingga kini usianya yang telah 125 tahun, panti tersebut masih membuka pintunya untuk yang membutuhkan dan orang tua.

Darülaceze terus beroperasi atas sumbangan para donator. Tempat ini menjadi perwujudan solidaritas, spiritualitas, dan kebaikan hati orang Turki. Saat ini, Darülaceze beroperasi di kompleknya di Okmeydanı tempat ia pertama kali didirikan.

Dulu tempat tersebut berada di daerah terpencil, namun kini berada tepat di tengah kota. Meskipun berjalan ke kompleks, rasanya seperti Anda baru saja melangkah di dunia yang lebih tenang dan lebih hijau.

Saat ini Darülaceze membutuhkan kompleks yang lebih terpencil dan lebih besar untuk memberikan layanannya yang lebih maksimal karena populasi Turki bertambah tua setiap tahun.

Sabtu lalu, manajemen Darülaceze mempromosikan kompleks baru mereka yang saat ini sedang dibangun di Desa Yassıören di Arnavutköy, Istanbul. Kompleks ini membentang di atas area 150.000 meter persegi, akan menampilkan pusat rehabilitasi, unit untuk orang-orang yang cacat mental, gedung psikiatri, fasilitas perawatan dan pengamatan intensif, unit khusus untuk yang terbaring di tempat tidur, amfiteater, ruang konferensi dengan kapasitas 1.000 orang, fasilitas akomodasi dan pusat anak-anak. Konstruksi kompleks setengah selesai; ketika selesai, 80 persen bangunan akan terdiri dari area rekreasi sementara 20 persen sisanya terdiri dari bangunan.

Pada peluncurannya, Zehra Zümrüt Selçuk, Menteri Perburuhan, Layanan Sosial dan Keluarga, Bilal Erdogan, anggota Dewan Manajemen Darülaceze, dan Hamza Cebeci, Presiden Darülaceze memberikan pidato yang menyoroti filosofi yang mendasari Darülaceze.

Menteri Selçuk mengatakan bahwa Darülaceze adalah model untuk bagaimana layanan kepada orang tua harus disediakan.

“Kompleks Darülaceze yang baru akan menjadi ‘Kota Layanan Sosial.’ Di kota ini, kami akan menawarkan kondisi kehidupan terbaik untuk orang tua dan yang membutuhkan. Saya percaya bahwa kompleks ini akan menjadi model bagi pemerintah daerah juga. Kompleks baru Darülaceze akan menjadi kota yang penuh kasih dan cinta di bagian kota paling hijau.” kata Menteri Selçuk.

Bilal Erdogan juga menyoroti posisi Darülaceze dalam masyarakat yang hanya bekerja melalui sumbangan para dermawan. “Hari ini, perawatan lansia telah menjadi sebuah industry, tetapi di sini di negara kami, ini masih merupakan layanan sosial yang beroperasi berdasarkan sumbangan. Ini sangat penting. Kita dapat mengatakan bahwa dalam hal ini, Darülaceze adalah satu-satunya di dunia. Sebagai dewan manajemen Darülaceze, kami melakukan segala daya kami untuk memastikan masa depan pusat ini. Darülaceze adalah merek yang diberikan peradaban kami sebagai hadiah kepada dunia,” tambahnya.

Cebeci, Presiden Darülaceze, menekankan pentingnya sumbangan untuk membantu Darülaceze agar terus eksis. Cecebi menyatakan bahwa perasaan belas kasihan dan tindakan membantu yang membutuhkan ada dalam darah rakyat Turki. Cebeci  juga menambahkan bahwa “Kemurahan hati tidak dapat ditingkatkan dengan kekayaan. Yang penting adalah membuat pengorbanan bahkan dalam keadaan yang mengerikan. Menawarkan untuk berbagi apa yang sedikit Anda miliki dengan orang lain adalah hal yang penting. Nilai-nilai ini berakar dalam pada diri orang-orang Turki.” [Daily Sabah]

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Share via