m
Popular Posts
Follow Us
HomeBeritaDalam operasi di Afrin, Turki menggunakan senjata produksi lokal

Dalam operasi di Afrin, Turki menggunakan senjata produksi lokal

Turkinesia.net – Angkatan Bersenjata Turki menggunakan kendaraan, senjata, dan amunisi buatan lokal, termasuk howitzer dan drone, dalam “Olive Branch Ops.” yang sedang berlangsung di Afrin.

Operasi tersebut dilakukan bersama dengan Pasukan Pembebasan Suriah di lapangan. Lokasi, gudang dan tempat penampungan milik teroris diserang tanpa henti dari udara dan darat.

Fakta penting tentang operasi tersebutn adalah bahwa sebagian besar senjata, amunisi dan kendaraan yang digunakan merupakan produksi lokal Turki.

T-155 Firtina (Storm), howitzer self-propelled (artileri tracked/roda rantai atau roda biasa) yang diproduksi secara lokal adalah salah satu senjata yang bisa menembak sasaran dalam jarak 40 kilometer (24,8 mil); telah dikirim ke banyak basis di provinsi Hatay dan Kilis yang berbatasan dengan Suriah sebagai bagian dari operasi tersebut.

Senjata lain yang ditempatkan di perbatasan adalah Peluncur Roket T-122 Multiple Barrel (MRBL), yang dapat digunakan siang atau malam dalam segala kondisi cuaca. MRBL T-122 memberikan dukungan tembakan yang efektif untuk unit militer yang bergerak maju di bagian pedesaan Afrin.

Juga, helikopter ATAK T-129, dengan roket CIRIT udara-ke-darat yang dipandu – juga buatan Turki -, digunakan untuk menyerang sejumlah target teroris yang telah ditargetkan dengan sinar laser sebelumnya oleh pasukan darat.

KIRPI, sebuah kendaraan yang bertugas untuk mengangkut tentara darat melintasi perbatasan di Afrin, sementara kendaraan tempur lapis baja AKINCI (ACV), tetap siaga sebagai bagian dari tim reaksi cepat; Kendaraan AKINCI memiliki menara penembak jitu sendiri.

Untuk pertama kalinya, pesawat tak berawak yang dilengkapi dengan teknologi yang baru dikembangkan juga digunakan dalam operasi di Afrin. Teroris dilacak selangkah demi selangkah melalui pesawat tak berawak dan kemudian ‘dinetralisir’ oleh unit pesawat terbang atau artileri.

Sistem serangan radar elektronik berbasis darat, KORAL, juga memainkan peran penting. Dikembangkan oleh perusahaan pertahanan terkemuka Turki Aselsan, KORAL mampu mencegat, mengganggu, dan menipu sistem radar.

Operasi militer tersebut juga memanfaatkan sejumlah kamera pelacak panas buatan Turki, radar, senjata dan amunisi.

Turki pada hari Sabtu meluncurkan Operation Olive Branch untuk menumpas teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin. Operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut serta untuk melindungi orang-orang Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris, kata Staf Jenderal Turki.

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB dan penghormatan terhadap integritas teritorial Suriah, katanya.

Militer juga mengatakan bahwa hanya target teroris yang dihancurkan dan “sangat penting” diperhatikan untuk tidak membahayakan warga sipil manapun.

Afrin telah menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK sejak Juli 2012 ketika rezim Assad di Suriah meninggalkan kota ke kelompok teror tanpa melakukan perlawanan.

 

Yeni Safak

Rate This Article:
No comments

leave a comment