Burung bertelur di mesin truknya, supir Turki ini tunda mengemudi selama 45 hari

TURKINESIA.NET – ANKARA. Seorang lelaki Turki menunggu dengan sabar selama 45 hari untuk menghidupkan mesin semitrailernya setelah melihat bahwa seekor burung telah membuat sarang di dalamnya. Dia memeriksa setiap hari untuk melihat apakah keenam bayi burung itu telah menetas.

Bahattin Gürses yang tinggal di lingkungan Aşağı Çavundur di distrik Çubuk Ankara, telah mencari nafkah dengan mengangkut barang-barang antar kota dengan kendaraan semitrailer. Dia telah berada di sektor ini selama sekitar 15 tahun.

Pria 42 tahun itu mengatakan bahwa dirinya telah memarkir kendaraannya di depan rumahnya selama hari raya Idul Fitri. Setelah liburan, dia melihat sarang burung di bagian mesin. Dia mengatakan dirinya tidak berani menghidupkan mesian karena takut akan merusak sarang dan membunuh bayi burung.

Gürses mengatakan, awalnya dia berkonsultasi dengan kerabatnya yang memberi tahu dia bahwa telur-telur itu akan menetas dalam 15 hari, jadi dia memutuskan untuk menunggu “menetas dulu, kemudian terbang.”

“Kemarin saya melihat burung-burung terbang, dan (itu adalah pertama kalinya) saya menghidupkan truk saya setelah 1,5 bulan. Kami sangat senang karena sekarang saya bisa mulai menghasilkan [rezeki] lagi,” kata Gürses.

Gürses mengatakan bahwa dia dan keluarganya bersyukur tidak mengalami kesulitan keuangan selama masa-masa itu dan sebaliknya dia bekerja di kebunnya dan harus menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya.

Putrinya, Aysima, berkata bahwa dia sangat bahagia bahwa dirinya memiliki kesempatan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama ayahnya.

“Saya berterima kasih kepada burung-burung. Ada kalanya ayah saya pergi selama seminggu (untuk bekerja) dan saya sangat merindukannya. Terima kasih kepada burung-burung, ayah saya telah bersama kami di rumah selama 45 hari, jadi saya sangat beruntung,” dia berkata. [Daily Sabah]

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Share via