m
Terpopuler
Follow Us
HomeKisahBandara Ataturk akan ditutup, meninggalkan sebuah kisah haru

Bandara Ataturk akan ditutup, meninggalkan sebuah kisah haru

TURKINESIA.NET – ISTANBUL. Bayram Tepeli meninggalkan kota kelahirannya di Gemlik di provinsi barat laut Bursa pada usia 26 tahun karena “masalah” dengan keluarganya dan tiba di Istanbul pada tahun 1991. Dia mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan pembersih dan mulai tinggal di sebuah hotel di distrik Kartal. Kemudian, atasannya mengarahkannya untuk mencari pekerjaan di Bandara Atatürk, di mana dia bekerja paruh waktu tetapi sejak saat itu dia telah tinggal disana, karena dia tidak punya tempat tinggal.

“Mantan atasan saya mengatakan kepada saya suatu hari bahwa dia menemukan saya pekerjaan di mana saya tidak perlu lagi mencari tempat untuk tinggal. Kemudian, saya datang ke sini,” dia menceritakan tentang hari-hari pertamanya di bandara.

Dia menghabiskan sisa hidupnya di bandara sampai dirinya terpaksa berhenti bekerja satu dekade lalu karena masalah kesehatan. Karena tidak ada tempat lain untuk dituju, ia memutuskan untuk tetap tinggal di terminal bandara.

Tepeli sering disamakan dengan Mehran Iran Karimi Nasseri, yang terkenal secara internasional dengan film “Terminal,” mengisahkan 18 tahun sebagai pencari suaka yang terjebak di Bandara Charles de Gaulle di Paris. Tepeli mengatakan ia hanya pernah meninggalkan bandara dalam waktu singkat tahun lalu untuk perawatan di sebuah rumah sakit di provinsi utara Samsun dan mengunjungi keluarganya selama tiga hingga lima bulan tahun ini.

Pria berusia 53 tahun ini telah menerima perawatan medis selama 10 tahun terakhir karena oklusi vaskular di kaki kirinya. Dia memiliki masalah dalam berjalan dan tidak dapat menjalani operasi karena dia tidak punya tempat tinggal untuk pemulihan.

Dia tidak punya uang untuk menyewa rumah di luar, tetapi dia berterima kasih kepada staf bandara, dari pegawai negeri sampai penjaga toko dan petugas polisi yang tidak pernah meninggalkannya “lapar dan sendirian.”

“Mereka yang sangat mengenal saya sangat membantu. Semoga Tuhan memberkati mereka semua,” kata Tepeli, seraya menambahkan bahwa dia memiliki kenangan yang tak terlupakan dengan staf bandara.

Tepeli mengatakan rutinitas sehari-harinya termasuk mengadakan tur keliling terminal dan di luar gedung untuk memenuhi kebutuhannya. Dia mengatakan orang selalu membantunya menemukan makanan dan tidak pernah meninggalkannya sendirian. Dia menggunakan toilet bandara untuk kebersihan pribadi dan membersihkan kursi di ruang tunggu sebelum dia tidur.

Tepeli belum pernah ke Bandara Istanbul baru tetapi melihatnya di TV. Dia sedih bahwa dirinya akan meninggalkan bandara setelah pengalihan operasi dijadwalkan untuk Malam Tahun Baru tetapi memuji bandara baru yang dia gambarkan sebagai sebuah bandata yang “besar dan modern.” Bandara Atatürk akan direduksi menjadi pusat penerbangan terutama untuk pesawat kargo dan sebagian lahannya akan dialokasikan untuk pembangunan sebuah taman besar, sesuai dengan rencana pemerintah.

“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi sekarang tapi saya mengandalkan nasib saya. Jika pihak berwenang dapat memberi saya tempat di sini, itu akan sangat bagus. Bandara Atatürk adalah rumah saya dan saya akan sangat merindukannya ketika ditutup,” dia berkata.

Penjaga toko juga mengenal Tepeli dengan sangat baik dan mendukungnya. Serdar Demirel yang bekerja di toko suvenir di terminal internasional, mengatakan dia mengenal Tepeli yang datang ke tokonya setiap pagi atau sore selama 15 tahun. Dia mengatakan mereka juga sedih karena penutupan bandara, di mana penjaga toko, staf dan pelanggan menganggap Tepeli seperti keluarga.

“Dia (Tepeli) tidak memiliki masalah ketika dia masih muda, dia bisa hidup. Sekarang dia memiliki bekas luka di kakinya dan dia mencoba untuk mengatasinya,” kata Demirel, menambahkan bahwa dia berharap agar pihak berwenang memperhatikan kesusahannya. [DS]

 

Facebook Comments

Rate This Article: