“Ayla The Daughter Of War” film tentang kisah nyata mengharukan tentara Turki dan anak yatim Korea

TURKINESIA.NET – Kisah Nyata Film “Ayla The Daughter Of War” yang menjadi Nominasi Piala Oscar Film terbaik Luar Negeri, Kisah gadis kecil Korea yang diselamatkan dari mati kedinginan dan diasuh oleh seorang serdadu Turki selama perang Korea.

“Ayla: The Daughter Of War” merupakan film drama Turki tahun 2017 yang disutradarai oleh Can Ulkay. Film Ini terpilih sebagai nominasi film Turki untuk Film Asing Terbaik di Academy Awards ke-90. Tiket yang terjual mencapai 48. 325.641 dalam waktu 46 minggu.

Kandidat penerima nominasi Oscar Turki, dengan capaian rekor 2,3 juta penonton pada minggu ketiga pemutaran film tersebut.

Selama Perang Korea, seorang gadis cilik yang hampir membeku sampai mati diselamatkan oleh Süleyman, seorang sersan di Brigade Turki yang memberinya julukan Ayla. Keduanya membentuk persahabatan meski ada hambatan bahasa di antara mereka. Namun di akhir masa tugas Sersan Suleyman di Korea, keduanya dengan berat berpisah karena Süleyman harus kembali ke negaranya.

Ayla didasarkan pada kisah nyata Kim Eun-ja dan sersan Süleyman Dilbirliği, keduanya bertemu kembali dalam reuni kehidupan nyata yang terdapat dalam dokumenter Munhwa Broadcasting Corporation “Korea Ayla” pada tahun 2010 lalu. Dalam casting yang diadakan di Korea Selatan pada tahun 2016, aktris anak Kim Seol yang sebelumnya memainkan peran Jin-ju di serial televisi populer Korea Selatan “Reply 1988”, terpilih untuk peran Ayla. Ko muda Eun-min memainkan ibu muda Ayla dalam peran tersebut. Film ini disponsori oleh Turkish Airlines dengan dukungan dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki. Sebagian besar produksi film dilakukan di Turki. Produksi film di Turki selesai pada bulan Juni 2017.

Kim Eunja ‘Ayla’ mengatakan orang-orang Turki adalah keluarga saya

Kim Eunja, yang kisah menyentuhnya diceritakan dalam film Turki terbaru “Ayla: The Daughter Of War” mengatakan bahwa semua orang Turki telah menjadi keluarganya setelah Sersan Süleyman Dilbirliği membawa dan mengasuhnya selama Perang Korea di tahun 1950an.

Kim, yang sedang bepergian dengan pemeran Ayla kecil ke Gaziantep bagian tenggara untuk pemutaran perdana yang akan datang, memuji film tersebut karena menceritakan kisah cinta, kedamaian dan peperangan berdasarkan hidupnya sendiri.

Kim menyatakan bahwa dia tidak tahu banyak tentang budaya Turki sebelumnya, dia banyak belajar saat menonton film tersebut.

“Tentara Turki yang berpartisipasi dalam perang Korea semua mengasuh anak yatim dan sangat baik hati,” kata Kim, menjelaskan cintanya kepada orang-orang Turki.

Warga Korea berusia 72 tahun itu juga menambahkan bahwa dia tidak dapat mengungkapkan perasaannya saat bertemu dengan “ayah” lamanya yang telah hilang 60 tahun setelah Suleyman menyelamatkan Kim yang saat itu menjadi yatim piatu.

“Setelah reuni kami terus berhubungan dan bertukar surat, saya mengunjunginya beberapa kali,” kata Kim, menambahkan bahwa dia berharap agar Suleyman yang saat itu sedang sakit bisa sembuh dengan cepat.

Selama kunjungan Kim ke rumah sakit, Suleyman hanya bisa memberi isyarat dengan tangannya karena kondisi kesehatannya yang lemah, sementara wanita Korea Selatan tersebut menangis saat melihat dia.

Dinominasikan untuk Film Berbahasa Asing Terbaik di Oscar, “Ayla” menceritakan kisah sebenarnya dari Suleyman yang bertempur dalam Perang Korea tahun 1950an, dan gadis Korea berusia 5 tahun yang diberi nama Turki “Ayla.”

Orang tua Kim terbunuh dalam perang saat Suleyman menemukannya sendirian di hutan. Dia memutuskan untuk membawanya ke garnisun Turki. Selama 14 bulan, tentara Turki merawatnya.

Namun, ketika tentara harus kembali ke Turki setelah perang, dia dipercayakan kepada tentara lain di sana. Dia kemudian dipindahkan ke panti asuhan.

Keduanya bertemu lagi di tahun 2010 di Korea Selatan dalam sebuah reuni emosional, setelah sebuah pencarian dilakukan oleh para pejabat setelah sebuah acara di Istanbul untuk memperingati 60 tahun Perang Korea.

Suleyman Dilbirliği meninggal dunia pada 7 Desember 2017 di usia 91 tahun disusul oleh istrinya Nimet Dilbirliği, kedua pasangan itu meninggal hampir bersamaan.

Suleyman Dilbirliği dirawat di rumah sakit setelah ia mengalami gangguan pernafasan dan ginjal. Dia dirawat di unit perawatan intensif Rumah Sakit Pelatihan dan Penelitian Haydarpaşa di Istanbul.

Turki bergabung dalam perang Korea di bawah komando PBB antara tahun 1950 dan 1953 dalam upaya untuk mendukung perjuangan Korea Selatan untuk kebebasan, demokrasi dan kemerdekaan. Sebanyak 741 tentara Turki tewas dalam konflik tersebut.

Pengorbanan Turki dalam perang menciptakan istilah “sekutu darah” bagi orang-orang Turki di Korea Selatan.

Sumber: Daily Sabah, TRT dan Wikipedia

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Share via